Rabu, 22 Juli 2009

Modul Movie Maker

Sekarang jaman Teknologi Informasi, hampir semua sisi kehidupan manusia dipengaruhi oleh benda yang bernama Komputer. Sesuatu yang dahulunya sulit untuk dikerjakan, sekarang menjadi mudah dengan komputer. Sesuatu yang dahulunya mahal dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya saja, sekarang murah dan memasyarakat berkat hadirnya teknologi komputer. Salah satu teknologi yang memasyarakat adalah teknologi pembuatan video.

1.1. Tentang Video
Video! Sebuah hal yang sangat jamak di jaman sekarang, banyak orang mengira bahwa membuat sebuah Video pastilah sulit, atau misalnya tidak sulit paling tidak mereka akan berpikir bahwa membuat video sangatlah mahal!

Jika seseorang diberi tahu bahwa Membuat Video dapat dilakukan dengan mudah dan murah, yakni hanya dengan menggunakan Windows XP Standar, Ya Standar saja, tidak usah memerlukan software macam-macam, kemungkinan besar dia tidak akan percaya. “ Ah Masak sih, kan Windows XP bisanya hanya untuk membuat laporan dan pengolahan data ! kalau misalnya berkaitan dengan video, paling jauh pun hanya dapat memainkannya di Windows Media Player”, Nah, untuk meyakinkan Anda bahwa di Windows, mulai Windows XP ke atas!! ada sebuah aplikasi yang mampu membuat sebuah video secara profesional, penulis akan mengulasnya lebih jauh melalui buku ini.
Sehingga apapun alasan Anda dalam membuat video, entah karena ingin berbisnis pembuatan VCD / DVD atau hanya mendokumentasikan kegiatan pribadi Anda dan keluarga, penulis akan membantu Anda menguasai langkah-langkah pembuatan video dengan aplikasi paling ringan dan paling mudah, yakni Windows Movie Maker. Penulis juga akan menjelaskan pemrosesan video yang sudah jadi lebih lanjut hingga menjadi kepingan VCD / DVD yang siap dijual atau dipamerkan ke saudara-saudara dan teman dekat Anda.
Untuk mendapatkan aplikasi Windows Movie Maker tidak sulilt, karena sudah tersedia secara asli/default di Windows, mulai di Windows XP.

1.2. Hal-hal yang perlu dperhatikan dalam pembuatan Video
Video yang Anda hasilkan akan sangat tergantung kepada ’bahan baku’ yang digunakan, karena itu penulis akan menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan ketika proses pengambilan ‘bahan baku’. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan video adalah seperti berikut:
1. Background / Latar belakang : Background yang digunakan sebisa mungkin jangan merupakan benda bergerak, karena akan mengurangi fokus dari video yang dihasilkan. Jika memang tidak bisa, maka fokuskan kamera pada objek/aktor dan kurangi fokus pada background yang bergerak tersebut, sehingga tampilan background terllihat agak blur.
2. Pencahayaan. Gunakan pencahayaan yang cukup; gunakan soft light, diffuse light, dan consistent light. Hindarkan pencahayaan yang tajam langsung ke kamera, karena akan mengakibatkan adegan tidak terlihat di komputer, melainkan hanya akan menjadi cahaya putih saja.
3. Kostum, sebisa mungkin warna kostum yang digunakan berbeda dengan warna background, hindari penggunaan kostum yang terlalu mencolok karena akan mengakibatkan video yang dihasilkan tidak elegan. Hindarkan juga warna loreng dan bergaris-garis, karena akan menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan.

1.3. System Requirement
Computer yang digunakan untuk video editing memang harus memilki spesifikasi yang agak tinggi. Namun demikian jika beberapa kurun waktu lalu kegiatan ini hanya dapat dilakukan oleh beberapa supercomputer atau computer korporasi khusus, kini sebuah personal computer (PC) dapat dijadikan studio editing pribadi. Berikut ini spesifikasi minimum computer yang akan digunakan untuk melakukan video editing.
System Operasi : Microsoft Windows XP
Prosessor : 800 Mhz (CPU dengan kecepatan lebih tinggi direko)
Memori : 256 MB atau lebih untuk proses editing
Ruang Hardisk : diatas 40 GB
Kelengkapan lain : kartu suara, mikropon, CDRW, Capture device, USB,
Firewire port (IEEE 1394)
Camcorder : format digital 8, miniDV, MicroMV.

1.4. Format Video Berdasarkan Frame Rate
Pengetahuan dasar tentang format video sudah menjadi tuntutan dalam proses editing, setidaknya cobalah untuk mengenal format-format video umum digunakan dalam video editing. Hal lain yang perlu dipahami adalah format video sangat berhubungan dengan kualitas dan ukuran file video serta tujuan akhir output video yang akan dihasilkan. Berikut ini format video berdasarkan kecepatan tampilan frame setiap detiknya.

1.4.1 National Television Standards Commission (NTSC)
NTSC biasanya memiliki kecepatan tampilan gambar seebesar 29,97 frame per second (fps), standar ini digunakan oleh Amerika Selatan, Jepang, Taiwan, dan beberapa Negara lainnya. Setting yang baik untuk NTSC adalah aspect ratio sebesar 0,9 untuk ukuran frame video sebesar 720x480 atau 720x486. Bila yang digunakan adalah NTSC widescreen (frame aspect ratio sebesar 16:9), maka sebaiknya digunakan pixel aspect ratio sebesar 1,2.

1.4.2 Phase Alternating Line (PAL)
PAL memiliki kecepatan tampilan gambar sebesar 25 frame per second (fps). Ini berarti jika dilihat dari sisi kecepatan tampilan gambar, NTSC memilki kualitas gambar lebih baik dengan selisih tampilan sekitar 4, 97 frame setiap detiknya. Standar ini digunakan di sebagian besar Negara Eropa, Australia, New Zealand, China, Thailand, dan beberapa Negara Asia.
Setting pixel aspect ratio yang tepat untuk PAL adalah sebesar 1.0666 dengan ukuran frame 720x576 dan frame aspect ratio 4:3. Jika menggunakan PAL Widescreen (frame aspect ratio 16:9) sebaiknya digunakan pixel aspect ratio sebesar 1.4222.

1.5 Format Video Berdasarkan Kompresi
Pembagian format video yang juga popular adalah berdasarkan kompresinya. Kompresi adalah metode pembentukan file video melalui proses pengkodean ulang file video dengan menghilangkan data redudan untuk memperoleh ukuran file yang lebih kecil. Berikut ini format video berdasarkan jenis kompresinya.

1.5.1 Audio Video Interleaved (AVI)
AVI merupakan format file video buatan Microsoft. Format ini merupakan salah satu format video tertua yang dikenalkan Microsoft sejak dirilisnya Windows 3.1. Sebagian besar camcorder (baik itu analog maupun digital) menjadikan format inin sebagai format baku saat capture video. Dengan ukurannya yang sangat besar, file ini seringkali dikatakan sebagai format video yang belum terkompresi (padahal AVI merupakan salah satu jenis kompresi video juga).

1.5.2. Moving Picture Experts Group (MPEG)
MPEG (disebut juga MPG) saat ini menjadi standar kompresi file digital video-audio. Format ini memiliki beberapa jenis pada kualitas gambar dan “lapisan” yang digunakannya yaitu MPEG-1 atau disebut MPEG layer 1, MPEG-2 atau MPEG layer 2, dan MPEG-4 atau MPEG layer 4. MPEG-1 memilki kualitas video rendah, beresolusi 352x430 frames per detik. MPEG-1 menjadi standar sendiri yang kita kenal sebagai Video Compact Disc (VCD). MPEG-2, memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Resolusinya 720x480 hingga 1280x720 dan berkecepatan 60 frames per detik dengan disertai kualitas audio yang cukup baik. SVCD maupun DVD menggunakan format ini. Format MPEG-4 mendukung transmisi via jaringan dengan bandwith kecil karena ukurannya sangat kecil.

1.5.3. Video Compact Disc (VCD)
Saat ini format VCD masih menjadi format yang paling popular digunakan di masyarakat kita meskipun format Digital Video (DVD) semakin digemari. Format VCD memiliki struktur yang agak “aneh”, yaitu tidak berdiri sendiri namun memilki beberapa folder berisi file-file pendukung agar dapat diputar di VCD player. File video dari format ini adalah file dengan ekstensi .dat yang dapat dikatakan sebagai singkatan dari data yang berada pada folder MPEG atau Video. File .dat adalah file AVI yang dikompresi menjadi MPEG dan disesuaikan dalam struktur VCD.

1.5.4. Super Video Compact Disc (SVCD)
SVCD sempat popular beberapa tahun lalu, namun keberadaannya saat ini semakin lama. Semula format video ini sempat dipediksikan akan menjadi popular dan menggantikan VCD.

1.5.5. Digital Video Disc (DVD)
DVD saat ini menjadi standar audio-visual kualitas tinggi. Seperti halnya SVCD, DVD juga menggunakan format video MPEG-2 (MPEG layer 2). Meskipun DVD ukuran memiki ukuran file yang jauh lebih besar dari VCD, namun sebuah keping DVD dapat menyimpan file lebih dari delapan kali keping CD-ROM yang biasa digunakan untuk menyimpan file VCD. DVD dapat diputar pada DVD-ROM atau DVD Player stand alone.

1.5.6. Windows Media Video (WMV)
WMV adalah format standar windows. Meskipun WMV merupakan standar windows yang mendominasi pasar system operasi saat ini, format ini tidak banyak digunakan sebagai standar video editing.